Menuju Hidup Yang Lebih Sehat, Sejahtera dan Selamat

Menuju Hidup Yang Lebih Sehat, Sejahtera dan Selamat

Mengapa Kedelai Bersifat Hipokolesterolemik?

kedelai-2Akhir-akhir ini muncul produk pangan dengan bahan protein kedelai dalam berbagai bentuk. Salah satu klaim produk pangan tersebut adalah dapat menurunkan kolesterol darah. Benarkah klaim tersebut dan komponen apa yg berperan? Simak tulisan singkat berikut.

Kedelai memang sudah lama menjadi topik penelitian menarik di seluruh dunia. Berbagai temuan sudah dipublikasikan melalui jurnal-jurnal internasional. Salah satu temuannya adalah sifat hipokolesterolemik dari kedelai. Komponen kedelai yg paling sering diduga sebagai komponen yg paling bertanggung jawab adalah protein dan isovlavon dengan argumen masing-masing. Tapi penemuan teranyar sifat hipokolestesterolemik yang maksimal dihasilkan dari sinergisme beberapa komponen dalam kacang kedelai. Beberapa komponen kedelai bersinergi tadi antara lain :

1.Tripsin inhibitor
Dalam jumlah kecil BBI yang stabil terhadap panas bersifat hipokolesterol dengan meningkatkan sekresi hormon cholecistokinin (CCK) yang akan menstimulasi sintesis asam empedu dari kolesterol. Namun, studi pada hewan tidak menunjukkan efek hipokolesterol ketika tripsin inhibitor ditambahkan pada ransum.

2.Asam fitat
Asam fitat ditemukan pada semua produk protein kedelai non fermentasi dan sangat stabil terhadap panas. Asam fitat mengkelat kuat Zn pada saluran pencernaan sehingga menurunkan absorpsinya. Defisiensi Copper atau tinginya rasio Zn/Copper berkaitan dengan tingginya kolesterol darah. Jadi karena produk kedelai mengandung copper dan asam fitat, maka pengkelatan Zn oleh fitat yang menyebabkan menurunnya rasio Zn/copper. Menurunnya rasio Zn/Copper menyebabkan kolesterol darah akan menurun.

3. Saponin
Saponin stabil terhadap panas dan terdapat pada semua produk protein kedelai, kecuali protein kedelai yang diekstrak dengan alkohol. Saponin menurunkan kolesterol dengan meningkatkan ekskresi asam empedu.

4. Serat pangan
Serat pangan kedelai menurunkan kolesterol pada manusia yang hiperkolesterol, tetapi tidak meningkat sifat hipokolesterolemiknya ketika ditambahkan pada protein kedelai. Produk protein kedelai yang digunakan pada percobaan umumnya sedikit atau tidak mengandung serat. Jadi serat pangan kedelai nampaknya bukan menjadi faktor utama penurunan kolesterol dari produk kedelai.

5. Efek protein pada hormon
Pada studi di awal, menunjukkan bahwa asam amino lys dan met cenderung meningkatkan level kolesterol, sedangkan arg mempunyai efek sebaliknya. Protein kedelai dibanding protein hewani, mempunyai rasio arg/lis dan arg/met yang lebih tinggi. Tingginya rasio arg/lys pada protein kedelai akan menurunkan sekresi insulin atau glukagon sehingga menghambat lipogenesis. Efek protein kedelai pada konsentrasi insulin dan glukagon dilaporkan bersifat hipokolesterol pada manusia. Pada studi mengunakan hewan percobaan, protein kedelai meningkatkan thyroxin yang secara teoritis akan menurunkan kolesterol, tapi studi pada manusia tidak konsisten.

6. Efek protein pada reseptor LDL
Globulin ( 7S dan 11S) kedelai pada sel kultur meningkatkan aktivitas reseptor LDL (Lovati et al., 1992). Sirtori et al., (1995) menunjukkan bahwa konsumsi protein kedelai meningkatkan aktivitas reseptor LDL manusia. LDL receptor m-RNA level dalam sel mononuklear lebih tinggi pada subyek yang mengkonsumsi protein kedelai dibandingkan kasein (Baum et al., 1998).

7. Efek peptida kedelai pada asam empedu
Protein kedelai yang tambahi dengan protease membentuk 2 fraksi yang berbeda yaitu fraksi ber-BM tinggi yang tidak larut dan fraksi ber –BM (Berat Molekul) rendah yang larut. Fraksi yang tidak larut menurunkan kolesterol pada tikus dengan meningkatkan ekskresi fecal sterol. Protein kedelai meningkatkan ekskresi asam empedu pada hewan, tapi tidak pada manusia.

8. Isoflavon
Isoflavon ada pada semua produk protein kedelai yang dihasilkan melalui proses ekstraksi air. Isoflavon yang diekstrak dari kedelai meningkatkan elastisitas sistem arterial pada wanita tanpa efek pada tingkat lipid darah. Protein kedelai yang mengandung isoflavon menurunkan kolesterol lebih kuat dibanding protein kedelai saja pada manusia.

Semoga bermanfaat

arif hartoyo

Jul
9th

Bayi Prematur Beresiko Buta

Bayi yang lahir prematur memiliki resiko mengalami kebutaan. Hal ini dikarenakan Retinopathy of Prematurity (ROP) yaitu kelainan pada mata yang disebabkan gangguan retina atau selaput syaraf yang melapisi dinding dalam bola mata.

Biasanya ROP timbul karena pembuluh darah di retina mata bayi belum lengkap. Karena begitu lahir,pertumbuhan retina berhenti,padahal bila di daerah yang tidak ada pembuluh darah,akan kekurangan oksigen yang menyebabkan jadi mati jaringan.

Kadang-kadang pembuluh darah bisa tumbuh lagi sehingga bayi bisa hidup. Tapi kalau tidak tumbuh,maka jaringan akan mati dan akan mengeluarkan zat kimia yang merangsang pembuluh darah abnormal sehingga terjadi pendarahan di mata bayi dan bisa menyebabkan syaraf retina bisa lepas dan bayi mengalami kebutaan.

Kategori bayi prematur menurut patokan yang dikeluarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yakni jika bayi lahir dibawah 1,750 kg untuk berat badan atau 35 minggu ke bawah usai kehamilan ibu. Bila yang lahir dibawah ini,dianjurkan diperiksa retinanya apakah ada kelainan atau tidak.

Umumnya bayi prematur banyak mengalami komplikasi. Sehingga kalau zaman dulu banyak bayi prematur yang meninggal,karena tidak ditangani secara serius. Namun dengan teknologi yang semakin canggih,maka bayi prematur banyak yang terselamatkan. (more…)

Jun
25th

Hindari Hipertensi

Konsumsi Garam Cukup 1 Sendok Teh/hari

Punya bakat darah tinggi atau hipertensi? Mulailah lebih cermat dalam memberikan asupan ke dalam tubuh. Tidak hanya makanan dan minuman saja yang diperhatikan,namun bumbu-bumbu dapur dan bahan-bahan pelengkap sajian masakan atau makanan pun harus diperhatikan,antara lain asupan garam ke dalam tubuh.

Hampir dapat dipastikan,makanan sehari-hari orang Indonesia mengandung garam. Akan hambar rasanya sayur atau lauk pauk bila dimasak tanpa garam. Namun,garam merupakan salah satu bahan pangan yang harus dikurangi jika seseorang ingin terhindar dari hipertensi (darah tinggi). Meski masyarakat paham akan hal itu,sayangnya konsumsi garam di masyarakat Indonesia masih terbilang tinggi,yaitu mencapai 15 gram perhari dari yang dianjurkan 6 gram atau sekitar 1 sendok teh per hari.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007,diketahui hampir seperempat (24,5%) penduduk Indonesia usia diatas 10 tahun mengkonsumsi makanan asin setiap hari,satu kali atau lebih. Sementara prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7% dari populasi pada usia 18 tahun keatas. Dari jumlah itu,60% penderita hipertensi berakhir stroke. Sedangkan sisanya pada jantung,gagal ginjal,dan kebutaan. (more…)

Jun
14th

Kenali Gangguan Perkembangan Otak Anak (2)

Proses tumbuh kembang seorang anak,dalam perjalanannya dapat mengalami gangguan perkembangan atau keterlambatan perkembangan.

Ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan hambatan perkembangan.

Yaitu faktor resiko biomedik seperti : prematuritas,infeksi,hambatan pertumbuhan dalam kandungan,kelainan bawaan,dan ibu pengguna obat terlarang.

Faktor resiko lingkungan,dan sosial ekonomi : kemiskinan,pendidikan orang tua yang rendah,ibu terlalu muda,dan riwayat perilaku salah dalam keluarga.

Gangguan perkembangan dapat dideteksi menggunakan perangkat uji tapis atau skrining perkembangan. Uji tapis perkembangan ini dapat dilakukan tenaga kesehatan maupun orang tua anak. Uji tapis oleh orang tua bermanfaat untuk identifikasi sebanyak mungkin anak yang dicurigai mempunyai hambatan dalam perkembangan.

Hasil penilaian perkembangan oleh orang tua dapat menjadi prediktor keterlambatan perkembangan anak. Selanjutnya dilakukan uji tapis oleh tenaga kesehatan yang bertujuan mendeteksi secara lebih terperinci dan sifatnya lebih kompleks. Orang tua merupakan sumber informasi yang penting dan dapat menjadi pelaksana penapisan yang baik. (more…)

(dikutip dari klinik sehat )
Share this product :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | Redesigned :
Copyright © 2011. Gerai Sehat Herbal Alami - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger