Puasa dan Kesehatan alami
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizI0ViLRi4Dgatgja3sC8YRBG8niiRBGecwlWyxl-2LJF9qqivfUCTDzU3zLZnc7epjPTn6kR9FC86NKtGqexc2hCpsscddpS6BD32CTI8urTJ7SxQYpVKUM2GKL38YNqpPN8yzDij5Rc/s72-c/index.jpg
Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat. (HR. Ahmad), demikian sabda Nabi SAW. Oleh karena itu kewajiban berpuasa Ramadhan pun tidak diberlakukan bagi orang yang sedang sakit. Allah SWT berfirman: Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan, maka sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (QS. Al-Baqarah [2]: 184)
Bulan Ramadhan yang penuh berkah memberikan kesempatan kepada kita untuk meraih peluang emas dalam memperhatikan kesehatan serta membantu tubuh kita dalam menjalankan fungsi vitalnya.
Memang ada beberapa penyakit tertentu yang disarankan oleh para dokter pada penderitanya agar tidak berpuasa, misalnya penyakit TBC (tuberculosis), kekurangan darah (anemia), demam, dan lain sebagainya. Akan tetapi, para dokter juga sepakat bahwa puasa sangat bermanfaat untuk mengatasi bermacam jenis penyakit.
Jika kita baca dan telaah ensiklopedi-ensiklopedi kesehatan, bisa kita temukan bahwa puasa ternyata dimasukkan dalam bab terapi nutrisi. Kita barangkali menemukan semacam pertentangan (paradoksi) jika mengacu pada ungkapan bahwa puasa adalah menahan diri dari makan dan minum.
Namun, jika kita memahami bahwa tubuh manusia bukan hanya sekadar tempat penyimpanan makanan, melainkan lebih dari itu juga sebagai komposisi yang seimbang dan harmonis dari beragam zat dan proses-proses kimiawi, maka kita akan menemukan bahwa komposisi ini terkadang menghadapi ketidakharmonisan dan kerusakan, bukan hanya sebagai akibat berkurangnya zat-zat gizi dan vitamin saja, tapi juga akibat peningkatan zat-zat gizi dan vitamin itu sendiri.
Dari sudut pandang kesehatan, puasa dapat disebut sebagai media untuk membersihkan tubuh dari segala sesuatu yang dimungkinkan berpotensi menyebabkan peningkatan racun-racun (residu) berbahaya atau makanan yang tidak seharus dikonsumsi. Di samping sebagai media pembersihan ini, puasa juga dimaksudkan untuk menyegarkan organ-organ pencernaan dan penyerapan jika ditinjau dari aspek kesehatan.
Puasa juga dapat menyebabkan organ-organ pembuangan beristirahat dengan jalan memberinya kesempatan agar organ-organ ini kembali pulih atau mengurangi pekerjaannya.
Di samping itu semua, puasa merupakan salah satu faktor peremajaan, karena puasa memberi kehidupan dan vitalitas baru pada sel-sel tubuh. Dan fakta di atas merupakan salah satu fakta ilmu hayat (biologi) yang sudah terkenal!
Membatasi ritme makan hanya dua kali dalam sehari yang ditentukan waktunya selama bulan Ramadhan tiada lain merupakan latihan bagi sistem pencernaan. Dari sini diharapkan tubuh menjadi terbiasa berdisiplin, mematuhi sistem.
Berikut ini merupakan kesimpulan terapi dengan puasa:
1. Bagi para pelajar: Meningkatkan daya ingat, kemampuan memahami materi lebih cepat, dan mengoptimalkan hasil belajar.
2. Bagi para pemuda: Totalitas pengendalian diri terhadap syahwat dan memberi kekuatan melawan keinginan melakukan perbuatan haram dan dosa.
3. Bagi penderita jantung: Memberi kesempatan kepada jantung untuk beristirahat, menjadikan darah lebih steril, dan denyut jantung lebih kuat.
4. Bagi penderita rabun mata: Membuat pandangan mata lebih tajam, penglihatan lebih jelas, jernih, dan terjaga.
5. Bagi penderita gangguan seksual: Memberikan kesembuhan bagi lak-laki dari disfungsi organ seksual serta menambah kesuburan organ reproduksi bagi perempuan.
6. Bagi kulit: Membuat kulit menjadi lebih segar, lebih kuat, lebih berseri, dan warna menjadi lebih indah.
7. Bagi lambung: Membersihkan lambung dari racun dan sisa makanan serta mengembalikan keaktifan fungsi lambung.
8. Bagi penderita luka pascaoperasi: Mempercepat proses pemulihan dan menghilangkan infeksi dengan lebih maksimal.
9. Puasa mampu mengobati sejumlah penyakit berbahaya, di antaranya yang terpenting adalah:
* Penyakit-penyakit akibat obesitas, seperti: artericlerosis (penebalan pembuluh nadi), hipertensi (tekanan darah), dan beberapa penyakit jantung.
* Beberapa penyakit sirkulasi darah periferal (pembuluh darah lembut), seperti: penyakit raynaud (adalah suatu keadaan di mana arteri-arteri kecil (arteriola), biasanya di jari tangan dan jari kaki, mengalami kejang, menyebabkan kulit menjadi pucat atau timbul bercak berwarna merah sampai biru) dan penyakit buerger (merupakan suatu peradangan pada pembuluh darah arteri dan vena serta saraf pada tungkai yang menyebabkan gangguan aliran darah. Jika tidak diobati dapat menyebabkan gangrene (luka yang sudah membusuk dan bisa melebar) pada daerah yang dipengaruhinya. Penyakit buerger dikenal juga sebagai tromboangitis obliteran.
* Penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh penumpukan racun dan residu yang berbahaya di dalam tubuh.
* Penyakit radang sendi (encok) akut (rematoid). Hanya saja ini hanya bisa diobati dengan terapi puasa yang berkesinambungan.
* Puasa menyeimbangkan peningkatan keasaman lambung yang nantinya membantu mencegah dan mengobati menghilangkan luka lambung dengan obat yang sesuai. Wallahu a’lam. (Baihaqi Nu’man)
(taken from ESQmagazine)

+ comments + 1 comments
Terima kasih infonya Mas
Posting Komentar